Non Ci Servono Tante Parole | Ora JUVE Ora

Rabu, 01 Oktober 2014

Primavera tumbang di Madrid

Gol tunggal Robert Nunez di babak pertama membuat tim tuan rumah Atletico Madrid meraih tiga poin penuh di kompetisi UEFA Youth League.



Gol tunggal Robert Nunez di menit 29 membuat Primavera mengalami kekalahan pertama mereka di ajang UEFA Youth League musim ini pada laga yang berlangsung Rabu siang tadi melawan Atletico Madrid,

Bianconeri bereaksi dengan kuat usai tertinggal dan terus memberikan tekanan untuk menyamakan kedudukan di babak kedua, namun barisan pertahanan tim tuan rumah yang kokoh membawa mereka berada di puncak klasemen grup dengan enam poin.

Mendekati waktu peluit akhir dibunyikan, Mattia Vitale memperoleh kartu merah, yang berarti ia harus absen di laga UEFA Youth League selanjutnya melawan Olympiacos pada Rabu 22 Oktober.

Perubahan jam operasi J-Museum di musim dingin

Mulai 1 Oktober hingga 31 Maret, jam beroperasi pada musim dingin akan berlaku di bangunan yang penuh dengan sejarah dari Bianconeri. Para lansia juga dapat memperoleh tiket masuk gratis pada “National Grandparents’ Day” tanggal 2 Oktober.



Dengan musim dingin yang perlahan-lahan mulai berada di depan mata, J-Museum, salah satu lokasi yang wajib dikunjungi dari Bianconeri, akan membuat perubahan dalam hal jam operasi.

Dimulai hari ini, 1 Oktober, hingga 31 Maret, para pengunjung akan dapat mulai disambut antara pukul 10.30 – 18.00 CET (Senin, Rabu, Kamis, Jumat, Selasa libur), sementara pada hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 10.30 – 19.30 CET.

Tur Stadion dibuka tiap hari dan dimulai pada waktu-waktu berikut: 11.00, 12.30, 14.45 dan 16.15.

Terdapat 11 kali kesempatan untuk mengikuti tur ke arena impresif Bianconeri selama hari kerja, dengan waktu tur : 11.00, 11.30, 12.00, 12.30, 14.30, 15.00, 15.30, 16.00, 16.30, 17.00 dan 17.30.

Selanjutnya, untuk menghormati “National Grandparents’ Day” di Italia pada Kamis 2 Oktober, J-Museum memberikan para orang tua atau lansia tiket masuk gratis ketika ditemani oleh satu atau lebih dari cucu mereka yang berusia dibawah 16 tahun.

Stadium Tours, akan tetap beroperasi  dengan harga penuh €12 atau dengan potongan  €10.

Turan Pimpin Atletico Tundukkan Juventus di Calderon


Atletico Madrid berhasil meraih tiga poin seusai mengalahkan Juventus 1-0 pada matchday kedua Grup A Liga Champions di Stadion Vicente Calderon, Rabu atau Kamis (2/10/2014) dini hari WIB.

Raihan tiga angka itu membuat Atletico naik ke posisi kedua klasemen sementara Grup A. Mereka hanya kalah selisih gol dari skuad La Vecchia Signora yang menduduki peringkat pertama. 

Berstatus sebagai tuan rumah, Atletico berusaha menekan Juventus pada menit-menit awal. Namun, justru Juventus yang mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya melalui serangan balik. 

Pada menit ke-10, misalnya, ketika Claudio Marchisio melakukan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti. Sayang, bola tendangan gelandang asal Italia itu masih melebar di sisi kanan gawang Atletico. 

Peluang terbaik Atletico diciptakan Mario Mandzukic pada menit ke-25. Namun, beruntung bagi Juventus, kiper Gianluigi Buffon dengan siap mampu menahan bola tendangan mantan pemain Bayern Muenchen tersebut. 

Juventus langsung merespons cepat serangan tim tuan rumah. Akan tetapi, bola tendangan melengkung Paul Pogba dari luar kotak penalti Atletico masih melenceng tipis di sisi kiri gawang Miguel Moya. 

Selepas turun minum, Juventus terlihat kembali mendominasi penguasaan bola. Namun, rapatnya barisan pertahanan Atletico membuat Carlos Tevez dan kawan-kawan terlihat kesulitan mengembangkan permainan. 

Begitu juga dengan Atletico. Beberapa kali Mandzukic dan kawan-kawan tampak kesulitan membongkar rapatnya barisan belakang Juventus yang dikomandoi oleh Giorgio Chiellini dan kawan-kawan. 

Akan tetapi, upaya Atletico akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-75. Menerima umpan Juanfran, Arda Turan sukses melepaskan tendangan yang bolanya masuk ke pojok kanan gawang Juventus. 

Tertinggal, Juventus meningkatkan serangan hingga menit-menit akhir. Namun, sejumlah peluang mereka tidak dapat dikonversikan menjadi gol sehingga membuat skor 1-0 untuk Atletico tetap bertahan hingga laga usai. 

Sepanjang pertandingan, menurut catatan UEFA, Atletico menguasai bola sebanyak 39 persen dan menciptakan dua tembakan akurat dari delapan usaha. Adapun Juventus melepaskan lima tembakan tanpa satu pun tepat mengarah ke gawang. 

Susunan pemain:
Atletico: 1-Miguel Moya; 2-Diego Godin, 15-Cristian Ansaldi, 20-Juanfran, 23-Miranda, 5-Tiago, 6-Koke, 10-Arda Turan (3-Guillherme Siqueira 89), 17-Saul Niguez Esclapez (7-Antoine Griezmann 53), 8-Raul Garcia, 9-Mario Mandzukic (4-Mario Suarez 84)
Pelatih: Diego Simeone

Juventus: 1-Gianluigi Buffon, 3-Giorgio Chiellini, 4-Martín Cáceres (37-Roberto Pereyra 78), 19-Leonardo Bonucci, 6-Paul Pogba, 8-Claudio Marchisio, 23-Arturo Vidal (9-Alvaro Morata), 26-Stephan Lichtsteiner (12-Sebastian Giovinco 89), 33-Patrice Evra, 10-Carlos Tevez, 14-Fernando Llorente
Pelatih: Massimiliano Allegri

Buffon nikmati tantangan Atletico

Sang penjaga gawang mengatakan tim memiliki semangat tinggi menjelang pertandingan hari Rabu di ibukota Spanyol: "Kami akan bermain untuk melihat seberapa jauh kemampuan kami dengan menguji kekuatan kami melawan juara Spanyol."

Gianluigi Buffon mengatakan Juventus sangat ingin mengetahui bagaimana mengukur kekuatan mereka melawan pemegang gelar La Liga dan runner-up  Liga Champions Atletico Madrid ketika kedua tim bertarung di ibukota Spanyol besok.



Berbicara kepada media di Madrid, sang kapten mengatakan: "Ini akan menjadi laga yang menarik karena kedua klub sangat memiliki tradisi, sesuatu yang jarang  di era sepak bola modern karena banyak tim baru kuat  dalam beberapa tahun terakhir.

"Ada antusiasme tinggi di tempat latihan dan kami menantikannya untuk melihat seberapa jauh kemampuan kami dengan menguji kekuatan kami melawan Atletico. Mereka bisa menjadi tolok ukur yang berguna bagi kami."

Sang penjaga gawang mengatakan Bianconeri tidak menemukan kurangnya persiapan ketika datang untuk menghadapi juara Spanyol dan telah memiliki pandangan tentang bagaimana untuk tetap melangkah sejauh mungkin di kompetisi tahun ini.

"Atletico bukan lagi tim penuh kejutan: mereka telah memenangkan dua gelar Liga Eropa, La Liga dan menyadari kekuatan mereka sendiri. Kami ingin memperbaiki apa yang telah gagal kami lakukan dua tahun lalu melawan Bayern. Sangat penting untuk memiliki itu setidaknya sebagai tujuan, walaupun semua itu banyak bergantung pada keberuntungan  saat babak pengundian"

Ketika ditanya pendapatnya tentang tiga rekan setimnya - Paul Pogba, Alvaro Morata dan Fernando Llorente - Buffon, seorang pemimpin sejati, mengakhiri dengan sebuah kata – kata pujian untuk trio tersebut.

"Paul adalah talenta kelas atas dan jika ia mempertahankan fokus dan keinginannya untuk menikmati sepak bola, dia bisa menjadi salah satu dari tiga pemain Perancis terbaik sepanjang masa.

"Bakat Morata tidak perlu dipertanyakan lagi. Dia sudah mencapai hal-hal penting sewaktu di Real Madrid dan telah dibeli oleh Juventus, jadi dia pasti memiliki masa depan yang sangat cerah.

"Llorente adalah pemain yang saya selalu inginkan dalam tim saya karena dia berguna dan seseorang yang dihargai oleh tim. Saya sangat senang melihat dia dipanggil oleh Spanyol untuk seleksi Piala Dunia, tapi mereka punya begitu banyak penyerang berkualitas saat piala dunia sehingga itu bukan hal yang memalukan."

Allegri: “Kedua tim sama kuat”

Bos Bianconeri sebut baik Juve dan Atletico akan bermain sebaik mungkin malam ini (1/10): “Atletico adalah tim yang sangat bersemangat, tim kompetitif yang merefleksikan karakter pelatihnya. Tapi kami siap dan akan berusaha meraih hasil baik.”



Massimiliano Allegri yakin baik Juventus dan Atletico Madrid dapat saling menyulitkan pada laga menarik Grup A Liga Champions pada Rabu malam (1/10) di Vicente Calderon.

Semua mata dunia akan tertuju ke kota Madrid malam ini saat dua tim juara kompetisi domestik tabuh genderang perang untuk pertama kalinya dalam sejarah Liga Champions.

Namun Allegri tegaskan timnya tak merasa tertekan dan menyatakan bahwa hasrat alami Juventus untuk menang akan tercurah tanpa meremehkan tantangan yang akan mereka hadapi.

Berbicara kepada media di ibukota Spanyol, pelatih 47 tahun itu mengatakan: “Ini adalah laga sulit bagi kedua tim. Para pemain sudah siap dan harus tetap tenang dalam menjalani pertandingan. Hasrat untuk menang ada dalam DNA klub dan saya beruntung bisa melatih sekelompok pemain yang serius jalani pertandingan ini. Kami berharap bisa memetik hasil positif.”

“Kami tidak harus memancang target di Liga Champions, namun lebih kepada memberikan yang terbaik. Tujuan utama adalah lolos dari babak grup, kemudian nanti kita lihat sejauh mana kami bisa melaju.”

Atletico Madrid telah menuai banyak kekaguman atas kebangkitan luar biasa mereka di bawah kepemimpinan Diego Simeone dan Allegri penasaran akan rahasia di balik kebangkitan mereka dari posisi mereka di papan tengah hingga meraih gelar juara La Liga hanya dalam jangka waktu tiga tahun.

“Kami siap menghadapi sebuah tim yang bergantung pada intensitas, semangat bersaing tinggi dan kualitas sebagai senjata utama mereka. Mereka merefleksikan karakter pelatih mereka dan saat anda melihat mereka bermain, anda akan mengatakan bahwa mereka adalah sekelompok orang yang terikat erat yang selalu bersatu dan menekan lawan selama 95 menit.”

Allegri juga menitikberatkan Mario Mandzukic sebagai ancaman khusus yang harus diwaspadai, dan meminta lini pertahanannya untuk menyiapkan diri untuk bertarung ketangguhan fisik dengan mantan penyerang Bayern itu.

“Mereka mungkin tidak lagi memiliki pemain depan yang rajin mereka dalam diri Diego Costa, tapi mereka punya Mandzukic, yang kuat secara fisik dan sulit dijaga. Ini akan jadi tes berat bagi para pemain bertahan kami.”

Nampaknya ada ketertarikan tinggi di antara para jurnalis lokal seputar kembalinya Fernando Llorente dan Alvaro Morata ke tanah air mereka.

Setelah menyatakan bahwa ia belum memustuskan siapa akan mendampingi Tevez di lini depan malam ini, Allegri menutup konferensi pers dengan menggarisbawahi adanya kualitas berbeda yang dibawa kedua striker Spanyol itu ke dalam timnya.

Ia mengatakan: “Llorente lebih merupakan pemain bertipikal target man yang member keleluasaan bagi tim untuk menghantar bola, sementara Morata tahu bagaimana memanfaatkan aliran bola dan memiliki teknik yang istimewa. Namun demikian, ia harus tetap berusaha mengembangkan diri karena ia masih berumur 21 tahun. Dia harus absen selama sebulan karena cedera, namun mampu bermain baik saat ia masuk sebagai pemain pengganti pada Sabtu lalu, mencetak gol pertamanya dan saya sangat senang akan hal itu.”